PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Indonesia, akan menerapkan new normal di tengah pandemi Covid-19. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Kudus menerapkan aturan baru bagi para santri yang akan kembali ke pondok pesantren. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan dalam menghadapi new normal, salah satu syarat santri yang harus dipenuhi adalah membawa surat bebas Covid-19. “Agar dapat kembali ke ponpes tempat menimba ilmu, para santri wajib membawa surat bebas Covid-19 yang diperoleh dari daerah asalnya,” jelas Hartopo dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam rilis Pemprov Jawa Tengah.

Ia juga mengatakan, nantinya para santri yang kembali ke Kabupaten Kudus akan dilakukan screening kembali. Dalam new normal mendatang, lanjutnya, membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan mengenakan masker selalu diterapkan karena itu bagian dari protokol kesehatan yang harus ditaati. Pada kesempatan itu, pihaknya juga memberikan hibah sejumlah masker dan hand sanitizer.

Ia juga mengatakan, nantinya para santri yang kembali ke Kabupaten Kudus akan dilakukan screening kembali. Dalam new normal mendatang, lanjutnya, membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan mengenakan masker selalu diterapkan karena itu bagian dari protokol kesehatan yang harus ditaati. Pada kesempatan itu, pihaknya juga memberikan hibah sejumlah masker dan hand sanitizer.

Terkait hibah yang diberikan untuk pembangunan dan operasional lembaga pendidikan agama pondok pesantren Hartopo menjelaskan, hibah yang diberikan semoga dapat dimanfaatkan dengan baik, dan benar-benar untuk pembangunan dan operasional ponpes.
“Semoga dana hibah ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan operasional pesantren demi membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Saat ini Kabupaten Kudus memiliki jumlah kasus sebanya 94 orang, dengan rincian 68 kasus dalam wilayah, dan 26 kasus luar wilayah.***